Dukungan untuk Ibu Prita mulyasari ini sebenarnya sudah saya mau posting kemarin. Tetapi karena saya belum begitu mengetahui duduk permasalahannya, saya sempat ragu. Karena ini menyangkut hukum tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, jadi saya ga berani sekedar ikut-ikutan tanpa tahu cerita yang sebenarnya.

Sudah banyak para blogger yang memberikan dukungan kepada Ibu Prita dan melakukan aksi damai demi perbaikan citra pelayanan publik di Indonesia, tak tinggal diam pula para pakar blogger seperti Ndoro Kakung dan Tika Banget. Begitu antusiasnya masyarakat terhadap berita ini. Sampai-sampai para CaPres juga pada ikutan nimbrungin kasus ini.

Saya baru saja menyimak dialog di TVOne yang sangat seru dan cukup alot. Masing-masing pakar memberikan pendapat dan opininya masing-masing dan itu bisa di pertanggung jawabkan. Menurut kesimpulan dan kesepakatan dari dialog tersebut, pengadilan terlalu cepat mengambil keputusan tanpa mendengarkan hak-hak Ibu Prita sebagai konsumen dan pasien

Salah satu dokter saat di wawancara oleh TVOne juga menyatakan kalau telah terjadi dugaan mal praktek, karena dalam hubungan dokter dengan pasien, seorang dokter yang tidak menjelaskan apa, besar biaya, atau apa efek samping dari suatu obat bisa di masukkan dalam kategori mal praktek.

Terlepas dari itu, tentang tuntutan email yang dianggap fitnah oleh pihak rumah sakit, hanyalah sebuah bentuk kekecewaan Ibu Prita terhadap rumah sakit dan dokter yang bersangkutan yang di ungkapkan dengan curhatan dengan mengirimkan surat keluhan ke Suara Pembaca milik detik.com di http://suarapembaca.detik.com/read/2008/08/30/111736/997265/283/rs-omni-dapatkan-pasien-dari-hasil-lab-fiktif. Seharusnya, pihak rumah sakit bisa menanggapi secara Profesional keluhan-keluhan dari pasien. Menurut logika saya, mana mungkin Ibu Prita langsung menulis dan mengirimkan tulisannya yang panjang lebar itu ke detik.com atau mengirim email kepada teman-temannya, yang pasti sebagai pasien yang merasa kurang puas, pasti komplain ke pihak rumah sakit atau dokter terlebih dahulu, baru cerita ke orang lain.

Semoga Ibu Prita bisa tabah menghadapi cobaan ini dan bisa berkumpul kembali dengan keluarganya . Amin

Baca Juga Artikel Lainnya :