- 7
Jun
Tiga Rambu adalah manajemen Iwan Fals yang mesti mendapat sanjungan. Mereka sukses menggelar konser bulanan yang bertajuk Panji-Panji Demokrasi yang digelar pada Sabtu (30/5) lalu bertempat di kediaman Iwan Fals di Desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok Jawa Barat menghadirkan bintang tamu Slank dan Oppie Andaresta.
Konser Bulanan Iwan Fals Duet Bareng Slank dan Oppie Andaresta ini memang berbeda dari konser bulanan sebelumnya, dengan hadirnya dua bintang tamu itu. Perlu diketahui dua musisi tamu adalah ikon anak muda yang memiliki jiwa protes dan anti kemapanan. Bisa dibayangkan, satu penyanyi yang kerap protes saja sudah bikin gaduh. Apalagi ada tiga tokoh. Jarang terjadi pertemuan tiga musisi yang digandrungi anak muda ini tampil dalam satu panggung.
Lantas apa maknanya bagi penonton dengan hadirnya mereka?
Sebentar lagi Indonesia bakal menghadapi hajatan besar yakni Pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan pada 9 Juli 2009. Bagi Iwan Fals, Slank, dan Oppie punya kepentingan agar fans mereka tidak salah memilih dalam pilpres mendatang. Itu sebabnya konser bulanan kali ini diberi judul Panji-Panji Demokrasi, selain karena ikut merayakannya Hari Reformasi pada tanggal 21 Mei. Pun begitu dengan pemilihan lagu-lagu yang disuguhkan kepada penonton.
Konser dimulai pukul 15.15 WIB, dibuka dengan pengumuman para pemenang lomba Karya Kita oleh perwakilan Tiga Rambu, yaitu Kresnowati. Setelah itu diundang perwakilan dari Komnas Perempuan, yaitu Ibu Ninik Rahayu, selaku salah satu komisioner Komnas Perempuan, untuk menyuarakan pesan-pesannya berkaitan dengan isu kekerasan pada kerusuhan Mei 1998 khususnya terhadap perempuan, yang hingga saat kini masih buram masa depan penyelesaiannya.
Barulah Iwan Fals dan Band membuka panggung dengan lagu Untukmu Negeri. Iwan seperti memberi tanda kepada penonton sore itu untuk lebih konsentrasi pada bangsa dan negara. Jika salah dalam mengelola negara juga bisa berdampak buruk bagi seluruh rakyat Indonesia. Rakyat yang miskin bisa makin miskin. Dan yang kaya makin kaya.
Usai lagu Untukmu Negeri, penonton lagu dijejali lagu Anak Zaman, Perjalanan Waktu dan Songsonglah. Andai pun Iwan tak berkomunikasi dengan penonton, lagu-lagu yang ditampilkan cukup bisa dimengerti pesan yang ingin disampaikan.
Suasana panggung sedikit haru manakala Iwan Fals membawakan lagu Karena Kau Bunda Kami sekaligus memunculkan bintang tamu Oppie Andaresta. Oppie cukup lama vakum dari dunia musik. Tapi belakangan Oppie ingin bangkit lagi dan meramaikan blantika musik Indoneisa. Penampilannya di Konser Bulanan bisa menjadi salah satu jembatan menyapa penggemarnya. “Oi..!” teriak Oppie menyapa penggemar Iwan Fals. Anak-anak Oi memang terkenal santun. Mereka tak pernah komplain terhadap bintang tamu yang mengisi di konser bulanan. Mereka seperti memberi ruang untuk berekspresi, yang penting damai.
Oppie seperti ingin mengajak bernostalgia dan memberi harapan lewat lagu Cuma Khayalan. “Apakah mungkin menjadi kaya tanpa kerja? Tanpa korupsi? Rasanya tidak mungkin,” cetus Iwan Fals yang disambut heboh penonton. Usai Oppie membawakan lagu Cuma khayalan, panggung semakin memanas. Tak ada lagu-lagu yang bertempo lambat. Dari lagu Hura-Hura, Potret, Panji Demokrasi, Nocturno, hingga Pangeran Brengsek, penonton seperti disadarkan untuk lebih memperhatikan kehidupan politik. “Mudah-mudahan calon presiden bukan tentara sungguhan. Jadi masih punya hati nurani,” ungkap Iwan Fals.
Usai membawakan lagu Pangeran Brengsek, Iwan Fals mengundang Slank untuk naik keatas panggung. Dinyanyikanlah lagu Tong Kosong, SPK, Orkes Sakit Hati, dan Kuda Lumping. Lagu-lagu yang dibawakan secara kolaborasi antara Slank dengan Iwan Fals tersebut penuh dengan nuansa pengharapan terhadap pemerintahan yang lebih baik.
Akhirnya, konser yang secara terus-menerus pada tempo yang tinggi ini masih terdapat puncaknya, yaitu pada saat Iwan Fals serta band-nya, dengan Slank dan Oppie bersama dalam satu panggung membawakan lagu hits Iwan, Bongkar. Pada akhir lagu, Iwan Fals sempat berseru, “Kalau sudah tidak benar, bongkar! Bongkar! Bongkar! …Lalu pasang lagi,” dan akhirnya ia mengucapkan salam.
Sementara itu, beberapa fans Iwan Fals maupun Slank yang ditemui iwanfals.co.id usai pelaksanaan konser mengaku senang dan berkesan dengan digelarnya konser kolaborasi tersebut, dan berharap Iwan dan Slank bisa tampil bareng lagi. “Iwan Fals the best-nya musisi solo. Sementara Slank the best-nya group band. Kami sangat senang,” tambah Rika (35), Slanker asal Bandung.
Disamping itu, harapan lain juga datang dari Bam (23) Slanker, dia berharap agar ke depannya baik Slank maupun Iwan Fals juga banyak menulis lagi lirik-lirik sosial. “Karena hanya mereka, Slank dan Iwan yang selama ini berani menulis kritik-kritik sosial, maupun kisah kaum minoritas,” tambahnya.
Sementara, Rijal dan Jalu, dua fans Iwan Fals asal Bandung, mengungkapkan hal senada. Mereka berharap konser bareng Iwan dan Slank bisa semakin sering digelar. Hari ini bahkan, mereka senang bahwa pemandangan sesungguhnya Slanker dan fans Iwan yang damai atau peace, bisa terwujud. Meski sebetulnya Slanker dan Oi memang lebih banyak akurnya. Hanya, media yang terkadang lebih suka memuat kekisruhannya. Apalagi mereka datang dari jauh, “Kalau rusuh kan tidak asyik,” kata Rijal, Oi asal Bandung.
Setelah konser Panji-Panji Demokrasi, Iwan Fals, Slank dan Oppie Andaresta melakukan jumpa pers. Dalam kesempatan tersebut, ketiga musisi ini, terlihat begitu akrab. Bahkan Iwan Fals menyatakan, kalau dirinya ingin sekali bisa tampil satu panggung dengan Slank dan Oppie di lain waktu. Namun, ia belum bisa memastikan kapan. “Semua itu tergantung pada sponsor yang mau berdedikasi pada musik nafas kami,” ujar Iwan.
Mengenai situasi politik yang baru baru ini sedang menghangat, ketiga musisi ini menyatakan tidak mempermasalahkan banyaknya capres dan cawapres dari kalangan militer. “Yang jadi masalah justru kita masih banyak pekerjaan rumah tentang belum terselesaikannya kasus tindak kekerasan dan penghilangan paksa dimasa lalu. Sebagai pemusik, kita hanya bisa melakukan proses penyadaran dan tanggung jawab tentang demokrasi melalui lagu-lagu saja,” ungkap Iwan yang diamini oleh seluruh personil Slank dan Oppie.
Pada kesempatan tersebut, mereka setuju berharap, siapapun yang nanti terpilih, dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Selain itu, mereka juga berharap, presiden nanti akan mampu mengangkat wibawa negeri ini, di negara luar.
Di Comot 100 Persen Dari : http://iwanfals.co.id
Oleh: Teguh Siswoharsono dan Andri Oktavia
Baca Juga Artikel Lainnya :

- Di Tulis Oleh Jeri Kategori : Multimedia
- Jika ini yang pertama kali Anda berkunjung dan mampir ke Blog ini, mungkin Anda ingin berlangganan melalui RSS Feed!














2 Responses to “Iwan Fals Duet Bareng Slank dan Oppie Andaresta”
pomala damai kimi sepanjang hari
Sukarno
Sukarno adalah merupan president pertama Indonesia. Dia adalah salah seorang yang memulakan rancangan jahat "Ganyang Malaysia". Sungguh memalukan bila Indonesia telah kalah. Sukarno dikatakan telah mati ditembak. Dia ialah Hitler Asia Tenggara. Dia bercita-cita menakluk seluruh Asia Tenggara.
Indonesia negara penjajah yang tamak
Indonesia kononnya mendapat kemerdekaan melalui peperangan dengan Belanda setelah Jepun kalah perang dunia kedua. Indonesia pernah menjajah melalui peperangan Aceh, Maluku, Papua (Irian Jaya) dan Ambon. Ia adalah negara yang tamak. Terdapat kemungkinan mereka ini ingin menjajah Brunai. Ia juga pernah menjalankan program "Ganyang Malaysia" malangnya mereka telah kalah. Sungguh memalukan. Mereka menakluk Timur Timor sebaik sahaja Timur Timor mendapat kemerdekaan daripada Portugal. Sebenarnya Indon ni takut perang dengan Portugal yang peralatan perangnya mencukupi tetapi hanya mahu berperang dengan negara miskin yang baru merdeka. Pengecut !!! Setelah krisis ekonomi Indonesia menjadi papa kedana dan akibat tekanan antarabangsa mereka terpaksa melepaskan Timur Timor. Kalah dan malu mereka ini.
Indonesial National Anthem
Indonesial tanah Cairku
Tanah tumpah muntahku
Disanalah aku merangkak hina
Jadi kubur
Indonesial negara miskin ku
Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku
Marilah kita semua tidur
Indonesial negara miskinku
Mati lah tanahku
Modar lah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Miskin lah jiwanya
Tidurlah badannya
Untuk Indonesial Miskin
Indonesial Miskin
Mampous Modar
Datang kerja Malaysia
Tapi TKI Jadi perampok
Rompak Malaysia bawa wang ke Indon
Indonesial Pendatang Haram
Miskin lah Miskin lah
Datang Haram ke Malaysia
Tiada paspor
Bila kena tangkap dan hantar balik
Kata nya malaysia jahat
Indonesial Negara Perampok
Indonesial Menghantar perampok maling
pekerja TKI Indonesial
hantaq pi Malaysia
Indonesial Maling
Merampok lagu Malaysia
Mengatakan itu lagu mereka
Indonesial Tanah yang hina
Tanah gersang yang miskin
Di sanalah aku miskin Untuk slama-lamanya
Indonesial Tanah puaka
Puaka Hantu Kita semuanya
Negara luas hasil bumi banyak tapi miskin
Datang minta sedekah di Malaysia
Marilah kita mendoa Indonesial brengset
Gersang lah Tanahnya mundurlah jiwanya
Bangsanya Rakyatnya semuanya
Tidurlah hatinya Mimpilah budinya
Untuk Indonesial Miskin
Indonesial Tanah yang kotor Tanah kita yang Malang
Disanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati
Indonesial! Tanah Malang Tanah yang aku sendiri benci
Marilah kita berjanji Indonesial miskin
Mati lah Rakyatnya Modar lah putranya
Negara Miskin Tentera Coma pakai Basikal
Miskinlah Negrinya Mundur lah Negara nya
Untuk Indonesial kurap
Leave a Reply