- 7
Nov
Ooo.,,,,, Bagaimana Ku kayuh Saujana.
Sementara Perahuku telah retak di setiap sisi-sisinya yang lelah.
Hanya dengan sebelah tangan kupegang kayuh yang ujungnya kadang menusuk batinku.
Sedangkan,,, begitu luas samudera hatimu yang belum kusinggahi.
Akankah perahuku kokoh ???
Sekokoh dan sesombong minggu yang memerah.
Atau, dayungku tak dapat ku genggam walau dengan kedua tangan sekalipun ?.
Ooo,,,,,, Minggu, jangan siksa aku.
Muara Enim, Minggu yang memerah.
Baca Juga Artikel Lainnya :

- Di Tulis Oleh Jeri Kategori : Multimedia
- Jika ini yang pertama kali Anda berkunjung dan mampir ke Blog ini, mungkin Anda ingin berlangganan melalui RSS Feed!












7 Responses to “Minggu Yang Memerah di Muara Enim”
pa bner tu jery
Kang Jeri,
Sebenarnyo, ini balasan komenmu di tempatku.
Yuhuuu… tetanggoan ruponyo. Kami memang wong ilir dusunmu, hehe.
Beperahu di ayek Enim… mmm, belum pernah
Lematang, sering
Salam kenal be mang,, Aku ni masih budak,, lum tuo nian. Madai dipanggil kang
hmm puitis banget ya, jadi inget jaman jaman SMA dulu hehehe
Jd Malu ni
wah, ternyata kang jeri pintar berpusitis juga ne. Darimana ne dapet idenya?seorang cewekah? (he…2)
Ga ad hub ny dg cewek bro,,he,,he,,
Leave a Reply