Posts Tagged ‘Sajak dan Puisi ku’

Wanita Ini

Wanita Ini

Wanita ini… Begitu sederhana, dengan hati yang bersahaja. Membuatku mengerti arti “cantik” yang sesungguhnya. Wanita ini pula yang telah melukiskan gambar biru diatas kanvas hitam hatiku, menorehkan sedikit banyak tentang pahit, asam, asin dan manisnya kehidupan. Begitu sabarnya wanita ini mengikis sedikit demi sedikit ego yang aku sendiri tidak tahu kapan memulai itu.
Empat tahun sudah, [...]

Baca kelanjutan tulisan ini » Wanita Ini.

Tertati – tatih

Tertati – tatih

Kemana kembara tinggalkan rindu.
Tertati – tatih hati melepuh.
Disimpang gaduh meratap ragu.
Bukankah dia tak butuh ???.
Percuma saja memecah karang dengan waktu, harus berapa lama ???.
Seingatku dia tetap tegar di terjang badai.
Terasa lebih…menanti tiada lagi.

Harap tak berarti.
Karena aku tak berarti di kisi-kisi hati yang mematri, sampai kini.
131105

Baca kelanjutan tulisan ini » Tertati – tatih.

Bukan Untukmu

Bukan Untukmu

Aku  tak mungkin menunggu lagi.
Luluh reda dihajar waktu.
Rengkuh harap tak menanti.
Sesal juga kau ada,,, Ku pun tak mau.

Relakan nanti bila berlabuh abadi.
Bukan,,, bukan untukmu lagi.
Mari tertawa Dinda.
Karena kita takkan bersama duka.
030605

Baca kelanjutan tulisan ini » Bukan Untukmu.

Edelweiss

Edelweiss

Begitu Akurindu pada setiap inci belaian-belaian suaramu.
Lagi dan lagi, takpernah aku lewatkan deru ombak yang menyapu lembut hitamnya karang dipalung-palung tawa dan canda.
Tiada pernah aku menyapa pelangi yangterbias indah dengan warna cinta ketika badai debu dan gerimis pilumereda.
Tiada aku tahu begitu ramah sinar mentari pagi dalammisterinya, dibalut benang-benang biru yang terajut membentukbayangan-bayangan asa. [...]

Baca kelanjutan tulisan ini » Edelweiss.

Selamat Tahun Baru 2010

Selamat Tahun Baru 2010

Selamat Tahun Baru 2010. Esok sampai tiga hari kedepan, saya akan menyambut 1 Januari 2010 di palembang bersama CIK tersayang. Mengingat

Baca kelanjutan tulisan ini » Selamat Tahun Baru 2010.